Indonesia adalah salah satu negara sebagai penghasil kopi terbesar di dunia,  banyak jenis kopi yang dihasilkannya  yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu penghasil  yang terkenal di dunia adalah dataran tinggi gayo di Aceh  dengan Kopi Gayo nya yang sudah tak asing lagi nama nya di telinga para  penikmat kopi lokal maupun manca negara.

Kopi Gayo ini, selain dikenal oleh penikmat kopi di manca negera terutama di Uni Eropa, kopi ini juga  terkenal di dalam negeri.

Rasa Kopi Gayo memiliki rasa yang khas, di samping rasa nya kualitas kopi gayo ini juga sudah diakui oleh dunia sebagai salah satu jenis kopi terbaik di dunia, sehingga harga nya relatif lebih tinggi dibanding kan kopi-kopi jenis Arabika dari negara penghasil kopi lain nya seperti kopi Brazil dan kopi Vietnam.

Rasa Nya Tidak Konsisten

Kopi Arabika dari dataran tinggi gayo memiliki ciri rasa yang khas, salah satu cirinya adalah cenderung memiliki rasa yang tidak konsisten, hal ini dapat terjadi karena perkebunan kopi di daerah  ini memiliki ketinggian berbeda dan cara budidaya nya yang beragam pula.

“Kopi yang di tanam di areal dan di ketinggian yang berbeda dengan varietas yang beragam , maka memungkinkan karakteristik kualitas fisik dan dan cita rasanya juga akan berbeda ” ujar Mahdi ketua Gayo cupper Team (GCT), yang adalah asosiasi penguji cita rasa kopi.

Kebun Kopi Gayo sebagian besar ditanam di dataran tinggi yang memiliki ketinggian 1200 dpl,  penghasil kopi aceh ini terdapat di tiga daerah yang menjadi pusatnya penghasil kopi Gayo, daerah tersebut adalah  Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Produksi kopi yang dihasilkan dari tiga daerah ini dalam satu tahun nya di perkirakan sekitar 50 ribu ton, dan 90% di antara nya di export keberbagai negara, sisanya baru untuk konsumsi dalam negeri yang diserap pasar dikota-kota besar di indonesia

Luas ketiga daerah tersebut memiliki perkebunan kopi yang terluas di indonesia. produksi kopi  arabika gayo yang dihasilkan dari dataran tinggi gayo adalah yang terbesar di asia.

Meski sangat luas sayang perkebunan kopi gayo masih menghadapi masalah produktivitas lahan, yakni soal produksinya yang hanya baru menghasilkan 750 kg saja per hektar  masih kalah jauh jika dibandingkan dengan hasil kebun kopi dari negara Amerika tengah dan Vietnam yang sudah bisa menghasilkan 1 ton.

Rasa kopi gayo yang ringan dan aroma nya yang harumnya , membuat penikmat nya ketagihan, kalo kamu seorang penikmat kopi tapi belum pernah merasakan nikmat nya rasa kopi ini, hemmm rasanya kamu harus segera mencobanya sekarang juga.

 

 

 

 

 

error: Content is protected !!
UA-46938937-2