kopi-arabika-kopi-robusta

 

Dengan naiknya nya pamor kopi saat ini dikalangan kaum millenial, dimana minum kopi kini sudah menjadi trend dan bagian dari gaya hidup.

Minum kopi yang dulu banyak  di lakukan di warung kopi  dan warteg kecil pinggir jalan kini sudah ga musim lagi, warung kopi seperti itu kebanyakan hanya menjual kopi sasetan siap saji.

Warung -warung kopi kini banyak ditemui di mall-mall mewah atau berdiri di lokasi-lokasi pavorit dengan memakai nama atau istilah keren-kern. Di kota besar atau ibukota kabupaten pasti ada satu dua cafe-cafe khusus minum kopi yang tempat dan lokasi nya di buat nyaman.

Warung untuk minum kopi atau coffee shop yang banyak bertebaran di berbagai tempat ini adalah  untuk memenuhi permintaan para pecinta kopi yang menginginkan tempat minum kopi tidak hanya sekedar tempat  santai sesaat, tapi lebih dari itu, warung kopi harus bisa sebagai tempat nongkrong yang mengasikan.

warung  kopi modern memiliki tempat cukup luas dan di desain senyaman mungkin, dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti wi-fi gratis, televisi layar lebar dan sebagainya semua didesain, agar para pengunjungnya betah berlama-lama sambil minum kopi sendiri atau beramai-ramai.

Sebagai penikmat kopi ga salah nya kan kamu harus tau juga perbedaan antara kopi arabika dan kopi robusta

Jenis-Jenis Kopi

Sebenar ada terdapat lebih dari 100 jenis kopi yang di dapati di seluruh dunia, namun sayangnya kebanyakan dari kopi-kopi ini memiliki rasa yang tidak enak selain itu juga produksi hasil panen nya yang sedikit, akhirnya hanya ada tiga jenis kopi saja yang menjadi komoditas yang populer saat ini,   yaitu

  1. Kopi Arabika ( Coffea Arabica)
  2. Kopi Rubusta ( Coffea Canephora var. Robusta )
  3. Kopi Liberika (Coffea liberica).

Saat ini warung kopi hanya hanya  membahas perbedaan antara kopi Arabika dan Kopi Robusta aja, karena hanya kedua kopi ini yang banyak di tanam di kebanyakan negara-negara penghasil kopi

Perbedaan Antara Kopi Arabika Dengan Kopi Robusta

warungkopi.web.id

Kopi Arabika

Kopi Arabika adalah jenis biji kopi yang paling banyak ditemui karena hampir 70% kopi yang dijual di pasaran saat ini adalah jenis biji kopi Arabika. Biji kopi arabika ini paling banyak tumbuh di Afrika Tengah dan Timur, Amerika Selatan, serta Asia Selatan dan Tenggara, salah satunya adalah negara kita.

Ciri-ciri Kopi Arabika
Biji kopi Arabika bentuknya sedikit memanjang dan pipih. Dibandingkan dengan biji kopi Robusta, biji kopi Arabika ukurannya agak lebih besar.

Selain itu, teksturnya lebih halus dibandingkan dengan biji kopi Robusta. Biji kopi Arabika sangat peka terhadap perubahan suhu dan mudah diserang hama dan penyakit. Itu sebabnya biji kopi ini lebih sulit untuk diproses dan diolah.

Karena kedua hal ini pula, hasil panen biji kopi Arabika dalam satu tahun masih lebih sedikit dari kopi robusta. Tapi, kopi Arabika jelas lebih unggul kualitasnya.

Bahkan kopi Arabika dipercaya sebagai kopi dengan kualitas terbaik di antara yang lainnya. Karena kualitasnya, kopi Arabika harus ditangani dengan ekstra hati-hati.

Rasa dan aroma kopi Arabika
Kandungan gula dalam kopi Arabika lebih tinggi daripada kopi Robusta. Oleh karena itu, kopi ini terasa agak manis dan asam setelah dikecap — meski diseduh tanpa gula.

Aromanya wangi seperti campuran bunga dan buah-buahan. Kopi Arabika mengandung kafein sebesar 1,2% sehingga setelah diseduh, kopi ini terasa lembut, tidak terlalu pekat.

Inilah mengapa kebanyakan kopi yang disajikan di kafe, restoran, atau kedai kopi biasanya menggunakan biji kopi Arabika.

Contoh kopi Arabika
Kopi Arabika banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Beberapa contoh kopi Arabika yang cukup dikenal adalah kopi Etiopia, Kenya, Gayo, Toraja, Sumatera, Mandailing, Jawa (dari perkebunan kopi di daerah Kawah Ijen, Jawa Timur), Papua Nugini, Colombia, dan Brazil.

Kopi Robusta

Biji kopi Robusta tidak begitu banyak diproduksi. Spesies kopi ini banyak tumbuh di benua Afrika Barat, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Namun, beberapa negara yang menghasilkan kopi Arabika juga menanam kopi Robusta.

Setelah proses sangrai, kopi lebih sulit dibedakan tapi bila melihat bentuk bijinya lebih dekat, sangat mudah membedakan antara kopi robusta dan arabika.
Bentuk biji kopi Robusta bulat dan agak lebih padat daripada biji kopi Arabika yang pipih memanjang. Ukuran biji kopi Robusta juga lebih kecil dan teksturnya sedikit kasar.

Biji kopi Robusta termasuk spesies kopi yang fleksibel. Bahkan bisa ditanam di dataran yang tak terlalu tinggi dengan suhu yang berubah-ubah.

Dalam setahun, produksi tanaman kopi Robusta ini bisa menghasilkan biji kopi lebih banyak dari pada tanaman kopi jenis Arabika. Biji kopi Robusta juga lebih mudah tumbuh dan dirawat dibandingkan dengan tanaman kopi Arabika.

Kadar gula

Setiap kopi mempunyai kadar gula yang berbeda, untuk robusta sendiri memiliki kadar gula cukup rendah berkisar 3-7%. Kadar gula yang rendah tersebut akan menentukan kelarutan kopi sehingga robusta akan lebih kental.

Berbeda dengan arabika, kadar gula pada arabika tergolong tinggi sekitar 6-9%, kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan kopi robusta tersebut membuat kopi arabika terasa lebih ringan

Rasa

Ciri khas rasa kopi Robusta adalah pekat dan agak pahit. Ini karena kadar kafein dari kopi Robusta lebih tinggi dibandingkan kopi Arabika. Sebagai informasi, kandungan kafein dalam kopi Arabica hanya 1,5% sementara pada kopi Robusta kandungan kafeinnya mencapai 2,7%.

Cita rasa dan Aroma kopi robusta ketika diseduh sedikit berbau mirif dengan coklat, teh hitam dan seperti kacang-kacangan , memiliki rasa seperti gandum, sehingga kurang begitu menggoda. 

Hal-hal ini yang membuat kopi robusta dianggap sebagai kopi yang memiliki kualitas rendah, kendati demikian terdapat pula robusta berkualitas bagus, namun cukup sulit mendapatkannya.

Harga kopi robusta yang murah sehingga kopi robusta biasanya digunakan sebagai bahan untuk kopi instan, bukannya Arabica yang harga nya jauh lebih mahal.

Indonesia adalah salah satu produsen biji kopi Robusta terbesar, beberapa daerah penghasil kopi Robusta  antara lain adalah daerah  Lampung, Jawa Barat, Bali, Flores, dan Bengkulu.

Selain indonesia inilah juga negara-negara penghasil Kopi Robusta seperti  India, Vietnam, Jamaika, dan Uganda.

Perbandingan Harga

Penyebab harga kopi arabika lebih mahal dari kopi robusta karena tanaman kopi arabika memerlukan  perawatan yang lebih ekstra,  pohon kopi arabika rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

Sebaliknya, Kopi jenis robusta  memiliki ketahanan dari serangan hama dan penyakit dan mudah perawatannya tapi rasa kopi robusta kurang kenikmatan nya di bandingkan dengan rasa kopi arabika sehingga tentu saja menjadikan harganya jauh lebih murah daripada harga  kopi arabika. ( disadur dari berbagai sumber)

 


					
error: Content is protected !!
UA-46938937-2